Selasa, 31 Januari 2023

085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang syarat sah umroh

 4 Syarat Sah Haji dan Umrah

1. Islam
Syarat sah yang pertama dan paling utama untuk menunaikan haji dan umrah adalah beragama Islam. Di luar dari itu, mereka dianggap tidak mempunyai kelayakan untuk menunaikan ibadah.

Namun, bila ada orang di luar muslim yang pernah menunaikan haji dan umrah kemudian ia menjadi mualaf maka orang yang bersangkutan wajib menunaikan haji lagi.

“Haji yang pernah dilakukannya pada saat dirinya masih kafir tidak terhitung sah,” tulis Prof Dr Wahbah Az Zuhaili.

2. Taklif (Baligh dan Berakal)
Syarat selanjutnya adalah taklif yang mencakup baligh dan berakal. Baligh berarti dewasa, lalu berakal yang tetap berlaku meski orang tersebut sudah dewasa dan masih sehat secara fisik.

Namun, bila orang yang hilang akal dan anak kecil sudah pernah menunaikan haji dan umrah, keduanya masih tetap dikenakan kewajiban lagi. Haji yang dikerjakan si anak kecil sebelum baligh terhitung sebagai amal tathawwu’ atau sunnah. Rasulullah SAW bersabda,

“Hukuman tidak berlaku atas tiga orang, yaitu orang yang tiduur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia dewasa, dan orang gila hingga ia berakal.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan at Tirmidzi).

3. Merdeka
Haji tidak dikenakan kewajiban bagi hamba sahaya sebab ibadah tersebut memerlukan perjalanan jauh, dan disyaratkan adanya kemampuan dalam hal bekal dan kendaraan.

4. Kesanggupan
Prof Dr Wahbah Az Zuhaili mendefinisikan kesanggupan sebagai kemampuan untuk tiba di Makkah dalam hal fisik, finansial, dan keamanan dalam perjalanan. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 97,

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.

Untuk pelaksanaan haji, kesanggupan juga mencakup perkara berikut:

1. Memiliki biaya untuk pergi ke Makkah dan kembali. Biaya ini seringkali disebut dengan Ongkos Naik Haji (ONH).

2. Ada kendaraan, baik milik pribadi maupun pemerintah atau swasta. Syarat ini berlaku bagi orang yang bertempat tinggal jauh dari Makkah.

3. Aman selama dalam perjalanan, baik saat pergi maupun pulang.

Baca juga:
3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji dalam Islam, Begini Penjelasannya
4. Khusus untuk wanita harus mempunyai mahram, bisa juga dengan suaminya atau dengan sesama wanita lain yang dipercayainya.

5. Sehat jasmani dan rohani.

6. Memiliki pengetahuan tentang peraturan dan hukum haji.




















085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang wajib umroh

 Wajib Umrah, Mulai Ihram dari Miqat sampai Menjauhkan Larangan Alhafiz Kurniawan Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB Umrah merupakan ibadah istimewa. Umrah berbeda tipis dengan ibadah haji. Umrah merupakan ibadah yang memiliki rukun yang kurang lebih sama dengan ibadah haji tanpa wukuf. Adapun ibadah umrah mengandung keutamaan penghapusan dosa sebagaimana keterangan hadits berikut ini.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُمَا Baca Juga: Tiga Amalan Ini Setara Pahala Haji dan Umrah Artinya, “Dari sahabat Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Umrah ke umrah merupakan kafarah (dosa) di antara keduanya,’” (HR Malik, Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Asbihani).

Kecuali itu, jamaah umrah sebagaimana jamaah haji merupakan tamu Allah. Keinginan mereka akan dikabulkan. Permohonan ampunan mereka akan diterima oleh Allah swt.

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ عَن رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللَّهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنْ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ Artinya, “Dari sahabat Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah memenuhi permintaan mereka dan jika mereka meminta ampun kepada-Nya, niscaya Allah mengampuni mereka,’” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Adapun amalan wajib yang harus ditunaikan dalam ibadah umrah adalah ihram dari miqat zamani dan makani yang telah ditentukan. Miqat makani dalam umrah adalah tanah halal sehingga jamaah yang ingin melaksanakan umrah harus mengambil miqat dari tanah halal.

Dengan demikian, seseorang yang ingin mengambil miqat umrah harus keluar dari tanah haram ke tanah halal meski hanya berjarak sejengkal dari tanah haram. Tanah halal yang utama sebagai tempat mengambil miqat umrah adalah Ji’ranah, Tan’im, atau bisa dari Hudaibiyah.

Adapun orang yang mengambil miqat umrah di tanah haram, maka ibadah umrahnya tetap sah tanpa dikenakan dam. Hanya saja jamaah umrah yang mengambil miqat di tanah haram harus keluar menuju tanah halal dalam keadaan ihram lalu masuk kembali ke tanah haram untuk mengerjakan rukun-rukun umrah, yaitu tawaf, sa‘i, dan tahalul (cukur).

Miqat zamani dalam umrah adalah waktu sepanjang tahun. Berbeda dengan miqat zamani pada haji yang terdapat pada bulan-bulan tertentu seperti Syawwal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah, miqat zamani dalam umrah tidak terbatas waktu.

Imam An-Nawawi mengatakan, miqat zamani mencakup waktu sepanjang tahun pada ibadah ibadah umrah. Siapa saja boleh melaksanakan umrah pada setiap waktu tanpa makruh, pada hari nahar dan hari tasyriq bagi selain pelaksana ibadah haji karena ihram umrah tidak sah selama seorang jamaah itu dalam keadaan ihram haji. وواجباتها التقييد بالإحرام من الميقات Artinya, “Kewajiban dalam ibadah umrah adalah taqyid ihram dari miqat,” (Imam An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Haji pada Hasyiyah Ibni Hajar alal Idhah, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], halaman 191).

Adapun Sayid Utsman bin Yahya memasukkan tindakan “menjauhkan yang haram” ke dalam wajib umrah. “Wajib-wajib dalam ibadah umrah: ihram dari miqat dan menjauhkan yang haram,” (Sayyid Utsman bin Yahya, Manasik Haji dan Umrah, [Jakarta, Alaidrus: tanpa tahun], halaman 15). Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)















085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang larangan umroh

 

Larangan Umrah

Seperti halnya larangan haji yang sudah dijelaskan di atas, ibadah umrah juga punya larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan saat menjalani ibadah tersebut. Umroh dan haji yang merupakan ibadah ihram memiliki larangan yang sama seperti larangan haji.

Secara terminologis, ihram sendiri berarti “pengharaman”, dapat dimaknai pengharaman terhadap beberap hal. Pengharaman ini nantinya akan berakhir dengan proses yang dinamakan tahallul, artinya “penghalalan”. Jadi, selama umroh atau haji, sejak Sahabat berniat ihram di miqot, Sahabat sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan beberapa hal yang dilarang. Antara lain larangan haji dan umrah seperti menggunakan pakaian sehari-hari, memakai minyak wangi, bersetubuh dengan suami/istri, dan beberapa lainnya.

Larangan haji dan umrah ini tampak serupa dengan ibadah sholat. Sebelum Sahabat sholat, maka kita boleh berbicara dengan orang lain, boleh bergerak kesana dan kemari, boleh tidak menghadap kiblat, boleh makan dan boleh minum. Namun sesudah kita bertakbiratul ihram, maka semua itu menjadi haram tidak boleh dilakukan, hingga Sahabat melakukan tahallul, atau jika dalam sholat adalah dengan mengucapkan salam. Nah, seperti hanya larangan haji, berikut ini adalah hal-hal yang dilarang saat umrah:

  1. Memotong/mencukur/mencabuti rambut atau bulu badan
  2. Memotong kuku
  3. Memakai minyak wangi
  4. Menutup kepala langsung bagi laki-laki
  5. Menggunakan cadar dan sarung tangan bagi perempuan
  6. Memakai baju atau pakaian yang dijahit sesuai dengan bentuk tubuh
  7. Berburu hewan buruan darat
  8. Melakukan akad nikah, menikahkan, dan melamar
  9. Melakukan hubungan suami istri



















085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang sunnah umroh

Mengenal Sunah-Sunah dalam Umroh

Amalan sunah adalah sesuatu yang dulu sering dilakukan oleh Rasulullah SAW secara rutin. Bila kita mengerjakannya kita akan mendapat pahala dan bila tidak kita kerjakan, tidak akan mendapat dosa.

Sunah dalam ibadah umroh artinya amalan  penyempurna bagi pelaksanaan ibadah umroh. Jamaah yang mengerjakan sunah umroh akan diberi pahala tapi bila dalam pelaksanaannya ada yang tertinggal juga tidak akan membatalkan ibadah umroh dan tidak membayar denda.

Yang termasuk amalan sunnah adalah :

  1. Mandi, memotong kuku, menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak, dan mencukur rambut kemaluan sebelum berihram (melafazhkan niat ihram).
  2. Memakai minyak wangi setelah mandi pada badan bukan pada pakaian, sebelum mengucapkan niat ihram. Apabila telah mengucapkan niat ihram maka tidak boleh baginya untuk memakai minyak wangi, baik pada pakaian maupun badan.
  3. Berihram memakai dua lembar kain putih satu dijadikan selendang dan yang satu dijadikan sarung
  4. Mengucapkan talbiyah sambil meninggikan suara,

لَـبَّـيْكَ اللَّهُمَّ لَـبَّـيْكَ، لَـبَّـيْكَ لاَ شَرْيَكَ لَكَ لَـبَّـيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَك

“Aku memenuhi panggilan-Mu Ya Allah (sungguh) Aku memenuhi panggilan-Mu, (sungguh) Aku memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagimu, sesungguhnya seluruh pujian kesempurnaan, dan seluruh nikmat serta kekuasaan hanya milik-Mu yang tiada sekutu bagi-Mu.”

  1. Melakukan Al-Idhthiba’ pada saat thawaf. Al-Idhthiba’ yaitu melilitkan kain ihram ke bagian pundak kiri dan membiarkan pundak kanan terbuka melewati bagian bawah ketiak kanan.
  2. Mencium Al-Hajarul Aswad jika memungkinkan, tanpa mengganggu atau menyakiti jama’ah haji atau umrah lainnya. Kalau tidak memungkinkan cukup dengan menyentuhnya dengan tangan kemudian mencium tangannya tersebut. Dan apabila juga tidak memungkinkan maka cukup dengan memberikan isyarat dengan lambaian tangan tanpa mengecupnya. Hal ini dilakukan setiap putaran thawaf dengan mengucapkan takbir: Allahu Akbar. Sebagaimana dalam hadits di atas.
  3. Menyentuh Ar-Ruknul Yamani tanpa menciumnya, jika tidak memungkinkan untuk menyentuh maka tidak disunnahkan untuk berisyarat dengan lambaian tangan.
  4. Banyak berdzikir dan berdo’a saat thawaf
  5. Minum air zam-zam
  6. Ketika berada di antara Ar-Ruknul Yamani dan Al-Hajarul Aswad mengucapkan doa :

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّا

Yang artinya :

“Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”















085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang pengertian umroh

 

Umrah

Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka’bah dan sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.



























085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang ketentuan umroh

 Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh, dan berakal
  3. Merdeka
  4. Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan, serta anggaran
  5. Ada mahram (khusus bagi wanita)

Rukun umrah adalah:

  1. Ihram, berniat untuk memulai umrah
  2. Thawaf
  3. Sai
  4. Tahallul
  5. Tertib

Adapun wajib umrah adalah:

  1. Melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
  2. Bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut
  • Keterangan:
  1. Meninggalkan rukun, maka umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi
  2. Meninggalkan kewajiban, umrah tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) bisa ditutupi dengan DAM
  3. Bersetubuh sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing

Jenis

Terdapat beberapa tipe umrah, yang umum adalah umrah yang digabungkan dengan pelaksanaan haji seperti pada haji tamattu, adapula umrah yang tidak terkait dengan haji.

  1. Umrah Mufradah
  2. Umrah Tamattu’
  3. Umrah Sunah























085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang tata cara umroh

 

Tata cara

Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot (batas daerah tanah suci) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma ‘umrotan atau Labbaika Allahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
  4. Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
  5. Sesampai di Ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu Akbar.
  6. Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan Ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.
  7. Salat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama, kemudian membaca surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
  8. Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa nasoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu sebanyak 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.
  9. Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
  10. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  11. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
  12. Dengan demikian selesai sudah amalan umrah.






085624371576, daftar travel umroh terbaik di bandung, deskripsi tentang syarat sah umroh

  4 Syarat Sah Haji dan Umrah 1. Islam Syarat sah yang pertama dan paling utama untuk menunaikan haji dan umrah adalah beragama Islam. Di lu...