Umrah dari Indonesia
Seorang jamaah umrah asal Indonesia di Ka’bah pada saat proyek perluasan Masjdil Haram mulai dikerjakan.
Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, sekitar 80% penduduk Indonesia adalah muslim. Pada umumnya masyarakat muslim Indonesia melaksanakan umrah menuju Masjidil Haram di Arab Saudi melalui travel umrah atau sebuah perusahaan travel atau biro perjalanan yang khusus menyelenggarakan jasa perjalanan umrah yang banyak tersebar di Indonesia. Mereka menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan jamaah sehingga konsentrasi jamaah hanya pada pelaksanaan ibadah umrah saja di Masjidil Haram di Mekkah dan Madinah. Travel umrah bekerja sama dengan hotel di sekitar Masjidil Haram sehingga sangat memudahkan jamaah. Pada umumnya biro perjalanan umrah menetapkan beberapa paket umrah dan yang paling minimal adalah 9 hari perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi dan kembali ke Indonesia lagi.
JEMAAT UMRAH DARI INDONESIA
Pada 20 Desember 2016, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memaparkan bahwa penyelenggaraan umrah pada tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Meningkatnya peserta selain karena kesadaran dan antrian haji yang panjang, juga dikarenakan bertumbuhnya ekonomi masyarakat. Ia juga mengungkapkan potensi perputaran uang masyarakat yang mencapai triliunan rupiah dan memberikan dampak bagi sektor ekonomi secara langsung seperti sektor penerbangan, perbankan dan leasing, asuransi, dan industri rumah tangga berupa penyediaan perlengkapan umrah.
Paparan itu meliputi pelaksanaan umrah dari November 2015 sampai Juni 2016. Ada 584.924 anggota jemaat umrah di periode tersebut. “Dengan asumsi harga yang murah, Rp 20 juta, perputaran uang mencapai triliunan rupiah,” ungkap Lukman. Diperkirakan sampai akhir 2016, total anggota jemaah umrah berkisar 810.000 orang. Jumlah ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya, yakni sekitar 710.000 orang.
Selain itu pelaksanaan umrah selanjutnya diharapkan akan lebih baik lagi karena kini tersedia aplikasi lewat ponsel yang memungkinkan jemaah melaporkan berbagai keluhan. Ada dua aplikasi di ponsel Android, yakni aplikasi Umrah Cerdas dan aplikasi SIMPU Online (Sistem Informasi Manajemen dan Pelaporan Umrah). Aplikasi Umrah Cerdas diperuntukkan bagi masyarakat luas untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah serta menyampaikan aduan. SIMPU Online adalah sistem penyambung informasi antara Kementerian Agama, PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah),provider visa, serta seluruh instansi terkait umrah yang terkoneksi secara online sebagai pusat kendali semua kegiatan umrah.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar